>

Rumah / Berita / Berita Industri / Apa perbedaan antara interlining dan antarmuka?

Berita Industri

Apa perbedaan antara interlining dan antarmuka?

Dalam pembuatan garmen dan pengolahan kain, interlining dan antarmuka seperti "kerangka tak terlihat" dan "lapisan penyekat" pada pakaian. Meskipun keduanya tersembunyi di dalam pakaian, keduanya memiliki tujuan yang sangat berbeda.


Berikut penjelasan detail perbedaan di antara keduanya:

↣ Interfacing – Bertanggung jawab untuk "Membentuk"

Interfacing berfungsi seperti struktur pendukung pakaian, terutama digunakan untuk membuat bagian tertentu pakaian menjadi lebih kaku dan terstruktur.
Tempat penggunaan: Biasanya digunakan pada area yang perlu mempertahankan bentuknya, seperti kerah, manset, saku rok (tempat kancing), atau ikat pinggang.
Fungsi utama: Mencegah deformasi: Mencegah kain meregang atau kendur saat dipakai atau dicuci.
Meningkatkan kekakuan: Membuat kerah berdiri atau membuat lubang kancing lebih tahan lama.
Cara pemasangannya: Sebagian besar sudah "terikat". Memiliki lapisan perekat di bagian belakang, yang menempel pada kain luar saat disetrika; ada pula yang dijahit langsung.
Feel: Relatif tipis namun kuat, biasanya hanya tersedia dalam warna dasar seperti hitam, putih, dan abu-abu.


↣ Interlining – Bertanggung jawab untuk "Menambahkan Substansi"

Interlining (mengacu pada lapisan bantalan yang ditambahkan di antara kain luar dan dalam) lebih seperti menambahkan "lapisan fungsional" pada pakaian.
Dimana digunakan: Biasa ditemukan pada mantel, jaket, pakaian ski, atau pakaian kelas atas.
Fungsi utama:
Kehangatan: Tugas utamanya adalah memberikan perlindungan dan kehangatan dari angin. Misalnya menambahkan lapisan wol atau kain flanel pada lapisan tebal.
Mengubah tekstur: Membuat pakaian terlihat lebih tebal dan kokoh, atau membuat kain yang awalnya tipis terasa lebih penuh.
Cara pemasangan : Merupakan kain lapis ketiga yang diapit di antara lapisan terluar (kain luar) dan lapisan paling dalam (lining). Biasanya dijahit bersama dengan kain luar, bukan diikat.
Rasakan: Biasanya lebih tebal dan lembut dibandingkan bahan pelapis, bahan umum termasuk bulu domba, bahan katun, atau bahkan kain wol.